Monday, July 2, 2012

Kisah Teladan: Anak Soleh yg Beribu-Bapakan Babi


Nabi Musa 'Alaihis Salam adalah satu-satunya Nabi yang dapat berbicara terus dengan Allah Azza wa Jalla. Setiap kali beliau hendak bermunajat, Nabi Musa a.s akan naik ke Bukit Thursina.
Di atas bukit itulah beliau akan bercakap dengan Allah. Nabi Musa a.s sering bertanya dan Allah akan menjawab pada waktu itu juga.
Inilah kelebihannya yang tidak ada pada Nabi-nabi lain.

Suatu hari Nabi Musa a.s telah bertanya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala,
"Ya Allah, siapakah orang di syurga nanti yang akan bertetangga dengan aku ?".



Allah pun menjawab dengan mengatakan nama orang itu, kampung serta tempat tinggalnya.
Setelah mendapat jawaban, Nabi Musa turun dari Bukit Tursina dan terus berjalan mengikuti tempat yang diberitahu.

Setelah beberapa hari di dalam perjalanan, akhirnya sampai juga Nabi Musa a.s ketempat yang dituju.
Dengan pertolongan beberapa orang penduduk di situ, beliau berhasil bertemu dengan orang tersebut.

Setelah memberi salam, beliau dipersilahkan masuk dan duduk di ruang tamu.
Tuan rumah itu tidak melayani Nabi Musa. Dia masuk ke dalam kamar dan melakukan sesuatu di dalam. Sebentar kemudia dia keluar sambil membawa seekor babi betina yang besar.
Babi itu didukungnya dengan cermat.
Nabi Musa terkejut melihatnya, "Apa hal ini ?" kata beliau berbisik dalam hatinya penuh keheranan.


Babi itu dibersihkan dan dimandikan dengan baik oleh pemuda itu. Kemudian babi itu dilap sampai kering serta dipeluk dicium lalu diantarkan kembali ke dalam bilik.
Tidak lama kemudian dia keluar lagi dengan membawa pula seekor babi jantan yang lebih besar. Babi itu juga dimandikan dan dibersihkan, kemudian di lap sampai kering dan dipeluk serta dicium nya dengan penuh kasih sayang pula.
Setelah itu babi tersebut diantarkan kembali ke dalam bilik.

Selesai kerjanya barulah dia melayani Nabi Musa a.s yang sedari tadi duduk keheranan melihat tingkah pemuda itu, lalu beliau bertanya :
"Wahai saudara....,apa agama kamu ?"

"Aku agama Tauhid", jawab pemuda itu yaitu agama islam.

"Habis, mengapa kamu membela babi ? Kita tidak boleh berbuat begitu" Kata Nabi Musa a.s mengingatkan.

"Wahai tuan hamba", kata pemuda itu.
"Sebenarnya kedua babi itu adalah orang tua kandung ku, Ibu bapak ku. Oleh karena mereka telah melakukan dosa yang besar, Allah telah menukarkan rupa mereka menjadi babi .
Soal dosa mereka itu soal lain, itu urusannya dengan Allah. Sedangkan aku sebagai anaknya tetap melaksanakan kewajiban ku sebagai seorang anak.
Setiap hari aku berbakti kepada kedua ibu bapak ku seperti mana yang tuan hamba lihat tadi. Walaupun rupa mereka sudah menjadi babi, aku tetap melaksanakan tugasku", sambung nya.

"Setiap hari aku berdoa kepada Allah agar mereka diampuni. Aku bermohon supaya Allah menukarkan kembali wajah mereka menjadi manusia yang sebenarnya, tetapi Allah masih belum mengabulkan lagi", kata pemuda itu lagi.


Maka ketika itu juga Allah Subhanahu wa ta'ala menurunkan wahyu kepada Nabi Musa 'Alaihis Salam.
"Wahai Musa, inilah orang yang akan bertetangga dengan kamu di Syurga nanti, hasil baktinya yang sangat tinggi kepada kedua ibu bapaknya.
Ibu bapaknya yang sudah buruk dengan rupa babi pun dia tetap berbakti kepadanya. Oleh karena itu Kami naikkan maqamnya sebagai anak shaleh di sisi Kami".

Allah juga berfirman lagi yang bermaksud : "Oleh karena dia telah berada di maqam anak yang Shaleh disisi Kami, maka Kami angkat doanya. Tempat kedua ibu bapaknya yang Kami sediakan di dalam neraka telah Kami pindahkan ke dalam syurga."


Saudara-saudara ku, itulah berkat anak yang shaleh. Doa anak yang shaleh dapat menebus dosa ibu bapaknya yang akan masuk ke dalam neraka pindah ke syurga.
Ini juga tentunya dengan syarat dia berbakti kepada ibu bapaknya. Meskipun hingga ke peringkat rupa bapak dan ibunya seperti babi.

Walau bagaimana buruk sekali pun perangai kedua ibu bapak kita, itu bukan urusan kita. Urusan kita ialah menjaga mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka menjaga kita sewaktu kecil hingga dewasa.

Walau banyak sekalipun dosa yang mereka lakukan, itu juga bukan urusan kita. Urusan kita ialah meminta ampun kepada Allah supaya kedua ibu bapak kita diampuni oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.

Doa anak yang sholeh akan membantu kedua ibu bapaknya mendapat tempat yang baik di akhirat, doa ini juga yang dinanti-nantikan oleh para orang tua kita di alam kubur.
Semoga Ibu dan Bapak kita mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah 'Azza wa Jalla....

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...